Rabu, 27 September 2017

Jamu Gendhis Manis Yogyakarta


Jamu bagi tidak sedikit masyarakat lebih-lebih masyarakat di Pulau Jawa yaitu minuman kebugaran atau kesehatan yng mempunyai tidak sedikit fungsi. Jamu sendiri mempunyai tidak sedikit jenis serta seluruh jenis mempunyai tidak sedikit fungsi yng bermanfaat bagi badan kita. Dulu disaat ingin membeli jamu Perlu menunggu mbok jamu yng lewat di depan rumah serta berkeliling menjajakan dagangannya. Bagi sebagian wanita jamu masih yaitu minuman andalah apalagi pada abad haid.
Saya di artikel ini berupaya Jamu Gendhis, jamu ini saya pesan via online lantaran kebetulan di pedagang cuma menerima orderan secara online. Saya memesan bagi atau bisa juga dikatakan untuk diantar hari senin dikarenakan saya hari sebelumnya memeiliki cukup tidak sedikit aktivitas bersama teman-teman. Dalam keadaan yng cukup lelah saya terbiasa menikmati jamu apalagi jamu kunir asem, bagi saya jamu kunir asem wajib saya minum disaat lelah apalagi sedang haid.
Jamu pesanan saya pun tiba, di artikel ini saya memesan jamu kunir asem 3 serta jamu beras kencur 3 yang dengannya ukuran 330ml. Pada abad memesan kebetulan saya pernah sempet berafiliasi yang dengannya admin sekalian pemiliknya Mas Novi, Jamu Gendhis ini bersama-sama bermula pada hobby istri Mas Novi yng gemar membuat jamu bagi atau bisa juga dikatakan untuk dirinya ataupun keluarga. Berawal dari hobby keluarga risikonya Mas Novi memutuskan membuat bisnis jamu serta bersama-sama digemari di masyarakat, bisnis ini udah dirintis 6 bulan yang terakhir.
Jamu Gendhis sementara mempunyai 2 jenis varian yakni Jamu Kunir Asem serta Jamu Beras Kencur, selain itu jamu gendhis pula mempunyai dua ukuran 330ml serta 1500ml. Beberapa ketika sesudah datang saya pribadi ingin berupaya lantaran memanglah dasarnya memang saya senang yang dengannya jamu, jamu gendhis packing mempergunakan botol plastik yng cukup tebal serta dipastikan tak tumpah. Sebelum meminum jamu semisal biasa saya mengocok jamu yang telah di sebutkan bagi atau bisa juga dikatakan untuk memastikan semuanya tercampur rata.

1. Kunir Asem
Disaat pertama menikmatinya rasa kunyit yng besar lengan berkuasa ditambah gula serta rempah komplemen membuat jamu ini terasa nikmat, jamu ini lebih menonjolkan kunyit yng tidak sedikit namun tak membuat rasanya berganti. Bagi yng senang menikmati hirau taacuh bisa dimasukkan kedalam kulkas, namun bagi yng tak begitu suka yang dengannya manis bisa mencampurkannya yang dengannya tidak banyak air.
2. Beras Kencur
Menikmati minuman pertama telah terasa aroma beras kencur yng besar lengan berkuasa ditambah gula jawa yng asli membuat minuman ini terasa kental dimulut, mungkin bagi yng tak terlalu suka kental bisa menambahkan yang dengannya air ataupun minum air sesudah menikmati jamu ini. Andai suka hirau taacuh bisa dimasukkan kulkas ataupun ditambah yang dengannya es batu.
Jamu Gendhis Amat cocok bagi saya yng kadang malas keluar rumah bagi atau bisa juga dikatakan untuk sekedar mencari jamu yng pas rasanya serta nikmat dilidah kita. Jamu Gendhis kini tidak cuma jadi minuman kegemaran saya, namun bapak saya yng telah berusia lebih dari 60th pun ketagihan ketika ini yang dengannya Jamu Gendhis. Pemesanan serta pembelian online Amat membuat mudah saya bagi atau bisa juga dikatakan untuk tak butuh keluar rumah. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk harga 330ml Rp 5.000 serta bagi atau bisa juga dikatakan untuk 1500ml harga Rp 20.000. Jamu Gendhis sementara cuma di jual di area jogja, serta bagi anda sekalian yng memesan hari ini akan diantar besok pagi oleh kurir. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk biaya pengantaran free 10km dari Balai Kota Timoho, bagi atau bisa juga dikatakan untuk selebihnya bisa tanya ke admin.
Jamu Gendhis Manis
Harga : 330ml 5.000 serta 1500ml 20.000
BBM : 52213BEA
Whatsapp : 0877-3899-0909
FB Fanspage : Gendhis Manis
IG : gendhiz_manis





Source Article and Picture : www.kulinerwisata.com
Sumber https://wisatakulinerdidaerah.blogspot.co.id

Kuliner Manggar - Gangan Kepala Ketarap RM Fega


Wisata Masakan Indonesia #382
Masakan Manggar
RUMAH MAKAN FEGA
Jl. Assalam No.10 Manggar, Belitung Timur
Telepon: (0719) 91114
Mungkin dulu tak tidak sedikit di antara kita yng tahu ataupun pernah mendengar sebuah kawasan berjulukan Manggar yng berada di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung. Namun, sesudah sebuah novel karya Andrea Hirata berjudul Laskar Pelangi, memperoleh apresiasi Amat besar, maka nama Manggar yng menjadi latar kawasan dongeng pada novel yang telah di sebutkan, mulai dikenal oleh masyarakat luas. Saya pun berkesempatan berkunjung ke "Negeri Laskar Pelangi" ini pada pertengahan tahun 2015 lalu. Serta disaat bicara masakan di kawasan ini, maka nama olahan ikan yng dikenal yang dengannya Gangan, menjadi satu dari sekian banyaknya sajian yng tak boleh terlewatkan. Rumah Makan Fega yaitu satu dari sekian banyaknya restoran yng menyajikan hidangan gangan menjdai satu dari sekian banyaknya menu utamanya. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk ikannya dipakai ikan ketarap, jenis ikan laut yng hidup di perairan sekitar pulau Belitung. Ikan ini menjadi materi utama di dalam kuah kuning, yng diperoleh dari racikan aneka bumbu semisal bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, serta sebagainya. Namun ada bumbu spesial yng pula menjadi tanda khas dari gangan yakni Nanas muda. Ya, kita bisa menemukan penggalan nanas dalam kuah gangan yng menyuguhkan rasa asam segar yng berpadu yang dengannya rasa gurih serta tidak banyak rasa pedas. Slurrruuuppp.... Bagi atau bisa juga dikatakan untuk adegan ikan ketarap yng dipakai bagi atau bisa juga dikatakan untuk gangan ini kita bisa memilih adegan ekor, tengah ataupun kepalanya. Kalau saya sih tak ragu lagi bagi atau bisa juga dikatakan untuk memilih kepalanya, lantaran selain aneka olahan kepala ikan menjadi favorit saya, kepala ketarap pula menyimpan "harta karun" yng berlimpah dibanding kepala ikan lain-lainnya. Apa itu? Lapisan kulit yng tebal serupa kikil sapi namun jauh lebih lembut. Ini ia adegan dari kepala ikan ketarap yng terindah bagi indera lidah saya. Maka, yang dengannya materi utama ikan ketarap segar yng diolah dalam kuah kuning yng khas nan lezat, maka Gangan Ikan Ketarap di RM Fega ini layak sekali oentoek dipeodjiken. Harga bagi atau bisa juga dikatakan untuk satu porsi Gangan Ikan Ketarap yng bisa disantap oleh 2 sampai 3 orang ini merupakan 100 ribu rupiah.
Satu dari sekian banyaknya sajian spesial di RM Fega, serta pula menjadi masakan andalan di tempat lain-lainnya di Belitung, merupakan Ikan Bakar. Yang dengannya bumbu minimalis, kesejukan dari ikan ini bisa terlihat dari kekenyalan daging serta rasa natural yng dihadirkan. Belum lagi kita tak butuh direpotkan yang dengannya deretan duri yng sudah dilepaskan dari tempat asalnya. Tinggal cocolkan yang dengannya aneka sambal yng tersedia maka kita bisa menikmati masakan khas Belitung yng satu ini. Saya tidak ingat bagi atau bisa juga dikatakan untuk menanyakan jenis ikan yng dipakai bagi atau bisa juga dikatakan untuk ikan bakar ini, umumnya dipakai ikan ilak ataupun ikan tenggiri. Harga bagi atau bisa juga dikatakan untuk ikan bakar ukuran besar merupakan Rp. 80ribu.
Jangan tidak ingat bagi atau bisa juga dikatakan untuk menikmati aneka sayuran di sini semisal tauge, kangkung serta genjer. Olahan yng khas merupakan olahan mempergunakan terasi ataupun Suka pula disebut belacan. Misalnya Genjer Belacan, sayuran kaya serat ini Amat cocok dimasak yang dengannya sambal belacan menyebabkan menawarkan cita rasa yng berpengaruh serta tentunya pedas, sekalian menjadi suplemen yng menyempurnakan sang hidangan utama yakni ikan. Harga satu porsi genjer belacan ini merupakan Rp. 25ribu.
Rumah Makan Fega menjadi satu dari sekian banyaknya spot masakan favorit di kota Manggar ini lantaran tak cuma menyajikan hidangan khas Belitung yang dengannya olahan yng lezat, akan tetapi pula menawarkan suasana segar serta bagus lantaran terdapat atau terletak persis di samping Danau/Kolong Bendung. Bentuk bangunannya pun mirip perahu yang dengannya tambahan dermaga kecil yng menjadi spot yng tidak jelek alias bagus bagi atau bisa juga dikatakan untuk bisa berfoto-foto. Tidak heran, hampir setiap biro wisata maupun tamu-tamu kawasan yng berkunjung ke Kabupaten Belitung Timur ini akan diajak bagi atau bisa juga dikatakan untuk menikmati santapan di rumah makan ini. Negeri Laskar Pelangi ini memanglah tak cuma mempesona lantaran keindahan alamnya, namun pula lantaran "keindahan" masakan yng tersedia.

Masakan lain di kota ini:




Source Article and Picture : www.banyumurti.net (Food Blogger)
Sumber https://wisatakulinerdidaerah.blogspot.co.id

Kuliner : Mangut Lele Mbah Marto Nggeneng


Dalam dunia masakan, Jogja bisa dikatakan menjdai gudangnya masakan ala pedesaan. Selain rasanya yng khas masakan desa, tatacara memasaknya masih Amat tradisional serta pula tempatnya yng kebanykan jauh dari sentra kota. Misalnya saja Mangut Lele Mbah Marto Nggeneng, bagi para pecinta masakan, rasanya nama itu telah tak aneh lagi di pendengaran. Lokasinya berada di Dusun Nengahan, Ngiring-Ngiring, Panggungharjo, Sewon, Bantul. Dilihat dari tingkatan tempat yng berposisi menjdai Dusun, bisa dipastikan bersama-sama lokasinya berada jauh dari sentra kota serta masuk ke dalam pedesaan.Bagi atau bisa juga dikatakan untuk aksesnya sendiri tak terlalu susah, dari sentra Kota Jogjakarta ambil saja arah ke selatan menuju Jalan Parangtritis KM 6,5. Ataupun hingga melewati kampus ISI serta bertemu yang dengannya Kantor Pos Sewon, sempurna di depan kantor pos belok ke kanan masuk ke dalam sampai-sampai bertemu yang dengannya pertigaan pertama belok ke kanan. Sekitar 300 meter dari belokan yang telah di sebutkan ada sebuah gang kecil masuk ke kiri (sebelum rumah pertama yng menghadap ke jalan, kiri jalan). Umumnya kendaraan roda empat telah mulai diparkir dari pertigaan sesudah belok di depan kantor pos. Kebanykan kendaraan roda empat yng parkir berplat nomer luar kota, apalagi pada masa ekspresi dominan liburan.Letak rumahnya nomor tiga dari timur (deretan rumah yng belakang), jikalau dilihat sekilas tak tampak semisal sebuah warung makan. Kalau takut salah alamat, bisa tanya pada siapa pun yng ada di tempat situ. Serta walaupun diperhatikan yang dengannya benar, tetap saja ini sebuah rumah yng ada di pedesaan pada umunya. Waktu hingga kita pribadi masuk ke dalam pawon (sebutan dapur tradisional dalam bahasa Jawa). Dindingnya terbuat dari tumpukan kerikil bata merah tanpa dilapisi semen, memperlihatkan tumpukan kerikil batanya yang dengannya terperinci, walaupun sebagian besar warna-nya telah berganti menjadi hitam jawaban kepulan asap yng berasal dari tungku sehari-hari. Panci-panci besar berisi lauk pauk berjejer di atas dipan bambu. Ada gudeg, opor ayam, sayur daun pepaya, kasar asam, krecek, mangut lele serta tahu, tempe, telur serta ampela yng dimasak menjadi satu.Di sini kita tak akan bertemu yang dengannya pelayan ataupun pegawai yng akan melayani kita, semisal yng biasa kita jumpai pada warung ataupun rumah makan pada biasanya. Seluruh di lakukan sendiri, kita bebas mengambil nasi serta sayur sepuasnya. Sedangkan bagi atau bisa juga dikatakan untuk menikmati makanannya, bisa di dalam rumah, teras samping, teras depan ataupun di dalam pawon, tinggal dipilih saja. Kalau pun ingin menambah lauk, kita pula bisa mengambilnya sendiri. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk minumannya ada teh Anget ataupun teh panas, bisa mengambil sendiri ataupun meminta diantarkan.Waktu itu Saya mengambil mangut lele, krecek serta sayur daun pepaya yang dengannya tidak banyak kuah krecek. Rasanya mangut lelenya memanglah berbeda yang dengannya yng biasa dijumpai di warung ataupun rumah makan pada biasanya. Daging lelenya keset, pedas serta khas masakan tungku. Pasalnya, lele berlebi dahulu ditusuk yang dengannya pelepah daun kelapa lantas di panggang di atas tungku yang dengannya mempergunakan kayu bakar hingga matang gres lantas dimasak bersama bumbunya. Tips memasaknya yng mempergunakan kayu bakar ini ia yng menunjukkan aroma serta rasa “asap” yng khas pada lelenya. Walaupun mempergunakan kuah santan, namun kuahnya cair berwarna merah terang, membuktikan bersama-sama cabai yng dipakai banyak sekali. Kreceknya sendiri cukup lembut serta tak sepedas mangut lelenya, bagi atau bisa juga dikatakan untuk sayur daun pepayanya pula enak serta tak pahit.
Sesudah akhir menikmati makanannya, gres lantas kita lapor ke pada Mbah Marto ataupun anaknya bagi atau bisa juga dikatakan untuk menyelesaikan pembayaran. Bagi atau bisa juga dikatakan untuk menu yng saya pilih di artikel ini cukup diganti yang dengannya kocek sebesar 12ribu rupiah saja, all u can eat bagi atau bisa juga dikatakan untuk nasi serta sayurnya. Kita bisa menikmati makanan di rumah Mbah Marto mulai dari jam 11 siang hingga jam 4 sore sehari-hari.
Sumber : " rel="nofollow" target="_blank">www.kulinerwisata.com
Sumber https://wisatakulinerdidaerah.blogspot.co.id

Kuliner 06 - Durian & Ikan Bakar Maluku

Sesudah dari Wamena, perjalanan saya selanjutnya merupakan ke Kota Masohi, Maluku Tengah. Bersama Mas Wisnu saya berangkat pada tanggal 15 Januari 2007 mempergunakan pesawat Batavia Air pukul 5 pagi serta mendarat di Bandara Pattimura Ambon sekitar pkl 14.30 WIT. Saya masih Perlu menyeberang ke Pulau Angker semoga bisa ke tempat tujuan saya di Masohi. Di bandara Pattimura kami dijemput pak Johannis serta tim dari Pemkab Maluku Tengah serta masih diharapkan 8 jam perjalanan lewat darat serta laut sampai tiba di Masohi.
Sesudah kira-kira 1 jam lebih naik kendaraan beroda empat, alhasil kami sampai ke pelabuhan bagi atau bisa juga dikatakan untuk naik ferry yng membawa kami menyeberang ke pulau Angker. Makanan yng pertama kali saya makan di maluku ini merupakan Indomie Telur, yng saya pesan diatas ferry. Entah kenapa, indomie di artikel ini terasa nikmat sekali bagi saya. Mungkin lantaran sedang lapar sesudah menempuh perjalanan yng cukup jauh ditambah yang dengannya sepoi-sepoi angin di lautan maluku, menimbulkan makan indomie pun terasa Amat istimewa sekali :) Sesudah turun dari ferry, saya masih Perlu menempuh perjalanan sekitar 4 jam lagi, serta gres bisa masuk hotel menjelang pukul 11 malam.
Keesokan harinya, sesudah melaksanakan survey, kami diajak makan siang menikmati ikan bakar. saya dipilihkan ikan kerapu yng besar. Dagingnya Amat empuk serta tebal. Hampir percis yang dengannya ikan bakar di Makassar, ikan ini dibakar yang dengannya bumbu minimalis namun disajikan yang dengannya macam-macam bumbu serta sambal. Namun buat saya yng penting ada kecap, itu telah cukup. Puas serta kenyang sekali rasanya makan siang saya di artikel ini.
Malam harinya, sesudah makan malam saya berjalan-jalan melihat-lihat kota. Di depan Plaza Masohi, berjejer para pedagang durian. Durian di sini kecil-kecil, paling sebesar jeruk bali, namun soal rasa jangan ditanya. dagingnya begitu legit, membuat kita sulit utk berhenti. Harganya pun murah, cuma Rp.10.000,- bagi atau bisa juga dikatakan untuk satu ikat yng berisi 4 buah durian.
Besoknya saya telah Perlu kembali ke Ambon yang dengannya mempergunakan speed boat lantaran ferry sedang dalam perbaikan. Lumayan tegang pula lantaran ahad lalu pernah liat di tv ada kecelakaan speed boat di tempat maluku hehehe...
What a trip... Mudah2an saya punya peluang utk kembali ke sini...
Score (1-10):
Indomie di atas kapal ferry : 8
Ikan Kerapu Bakar : 8,5
Durian Maluku : 8

Masakan lain di kota ini:




Source Article and Picture : www.banyumurti.net (Food Blogger)
Sumber https://wisatakulinerdidaerah.blogspot.co.id

Kampung Batik Laweyan jadi Centra Batik Solo


Bersama teman-teman netizen gathering, usai menikmati indahnya Keraton Surakarta tidak lebih lebih 2 jam kami akhrinya berkumpul kembali. Masing-masing memasuki kendaraan yng tadi dinaiki sewaktu berangkat, sesudah dipastikan seluruh ada serta lengkap kami menuju ke tempat selanjutnya. Tempat yng selanjutnya kami datangi yakni di Kampung Batik Laweyan, kampung yang dengannya centra batik khas solo.
Batik khas solo sesungguhnya mempunyai motif yng lain dari batik jogja walau sekilas percis, kadang masyarakat secara umum serta wisatawan Suka susah membedakan lantaran corak serta warna yng hampir mirip. Lantaran kemiripannya tidak sedikit orang kadang salah kaprah (salah menerapkan) mempergunakan baju solo akan tetapi jarik jogja, kadang baju jogja yang dengannya jarik solo. Bagi pemerhati budaya serta budayawan kadang Amat menyayangkan orang-orang yng kadang salah memadukan kain serta baju nya.
Kampung Batik Laweyan ini sebagian warganya yakni pembuat kain batik trasisional, ada yng masih bertahan yang dengannya ditulis akan tetapi tidak jarang ada pula yng telah mengawali yang dengannya tips di cap. Tidak sedikit masyarakat yng berpindah ke batik cap lantaran batik cap lebih gampang tips penggunaannya serta lebih cepat proses pengerjaannya. Sedangkan batik tulis bagi atau bisa juga dikatakan untuk satu kain saja bisa membutuhan waktu lebih dari satu bulan, oleh sebabitu kini batik cap tidak sedikit dipakai oleh perusahaan ataupun pembuat kain batik perorangan.
Aneka hasil dari Kain Batik

Di kampung batik Laweyan ini kita bisa menemukan tidak sedikit toko-toko pedagang kain batik yang dengannya segala model. Di Toko-toko umumnya dijual antara lain : kain batik lembaran, baju batik, celana batik, gaun batik, rok batik, slayer batik, kaos batik dll. Tidak cuma itu di satu dari sekian banyaknya toko saya melihat kain batik yang dengannya kelengkapannya di bentuk model angsa, bunga, dll bagi atau bisa juga dikatakan untuk paket seserahan calon manten. Di jawa seserahan yakni satu dari sekian banyaknya barang wajib yng selalu ada disaat akan meminang wanita.
Era mengunjungi kampung batik laweyan bersama teman-teman Netizen Gathering kami diberi waktu bagi atau bisa juga dikatakan untuk sekedar membeli oleh-oleh bagi atau bisa juga dikatakan untuk keluarga dirumah. Bagi saya sendiri yng asli jogja serta tinggal di Jogja, kain batik telah menjamur dimana-mana menimbulkan saya sendiri cuma berjalan-jalan melihat koleksi siapa tau ada yng menarik hati. Kadang jika saya sedang lewat teman-teman suka memanggil serta bertanya kepada saya apakah kaim serta corak yng dia pilih sesuai, walau saya tak andal urusan memadukan warna yng cocok tetap saya menawarkan tawaran (saya gak yakin tawaran pas)
Selain itu di satu dari sekian banyaknya toko di Kampung Batik Laweyan, di pojok toko terdapat sekelompok orang yng siteran. Disebut siteran lantaran alat utamanya mempergunakan siter, serta terdapat satu sinden bagi atau bisa juga dikatakan untuk melantunkan tembang jawa. Satu dari sekian banyaknya dari kami memanglah hobby nembang, nembang yakni menyanyikan lagu jawa yang dengannya tembang jawa. Pak Pur satu dari sekian banyaknya dari kami memanglah gemar nembang jawa, menimbulkan tanpa pikir panjang sambil menunggu kami seluruh usai dia eksklusif duduk yng ikut nembang jawa bersama sinden nya. Bahkan kadang dia yng nembang tanpa sinden, wah hebat. Zaman ketika ini susah menemukan orang yng bisa nembang jawa, salah satunya saya sendiri paling bisa nembang Gambuh lantaran peran sewaktu SD hihihi
Pak Pur nembang yang dengannya penuh senyum

Ow ya buat anda sekalian yng belum tau tips mencuci kain batik, sebaiknya kain batik yng asli yang dengannya kain yng tidak jelek alias bagus dicuci yang dengannya mempergunakan "Lerak". CIU (lebih-lebih Sapindus rarak De Candole, bisa juga S. mukorossi) ataupun dikenal pula menjdai rerek ataupun lamuran merupakan tumbuhan yng dikenal lantaran kegunaan bijinya yng dipakai menjdai deterjen tradisional. Batik umumnya dianjurkan bagi atau bisa juga dikatakan untuk dicuci yang dengannya lerak lantaran dianggap menjdai materi pencuci paling sesuai bagi atau bisa juga dikatakan untuk melindungi kualitasnya (warna batik).
Kandungan Lerak : 1. Biji lerak memiliki kandungan saponin, suatu alkaloid beracun, saponin ini dia yng menghasilkan busa serta berfungsi menjdai materi pencuci, serta bisa juga dimanfaatkan menjdai pembersih aneka macam perlengkapan dapur, lantai, malah memandikan serta membersihkan binatan peliharaan.
2. Kandungan racun biji lerak pula berpotensi menjdai insektisida. Ekstrak metanol buah lerak, ekstrak air buah lerak, dan campuran ekstrak sirih hutan serta ekstrak lerak berpotensi dipakai menjdai satu dari sekian banyaknya pengganti pengendalian hama kubis Crocidolomia pavonana. Selain itu, pencampuran ekstrak metanol buah lerak yang dengannya ekstrak etil asetat daun kacang babi pula berpotensi dalam mengendalikan hama yng percis. Penambahan ekstrak buah lerak pula menawarkan pengaruh faktual menjdai pelindung Ultraviolet bagi SlNPV bagi atau bisa juga dikatakan untuk mengendalikan hama Spodoptera litura.
3. Kulit buah lerak bisa dipakai bagi atau bisa juga dikatakan untuk mengurangi benjol pada wajah serta kudis. Buah lerak relatif gampang didapatkan umumnya dijual di pasar-pasar tradisional. Era ini di pasaran sudah pula tersedia produk lerak cair dalam kemasan yng lebih praktis menimbulkan bisa eksklusif dipakai.
Bersama teman-teman di Kampung Batik Laweyan



Source Article and Picture : www.kulinerwisata.com
Sumber https://wisatakulinerdidaerah.blogspot.co.id