Rabu, 27 September 2017

Kuliner 119 - Sego Pecel, Jogja

SGPC Bu Wiryo 1959
Jl. Agro CT VIII Klebengan, Yogyakarta
Telp: 0274 512288
PECEL, satu dari sekian banyaknya masakan khas dari Jawa Tengah serta Jogja. Kumpulan sayur yng sudah direbus, umumnya terdiri dari tauge, kangkung, bayam, kacang panjang serta lain-lain diguyur oleh bumbu pecel khas yng terbuat dari kacang. Hmmm yummmiiii.... Di Kota Jogja ada satu tempat legendaris yng menjual masakan khas ini, berlokasi di sekeliling kampus Universitas Gadjah Mada. Namanya: SGPC Bu Wiryo 1959, SGPC sendiri ialah abreviasi dari kata Sego Pecel (Nasi Pecel). Adonan Bumbu pecel yng pas menjadi andalan dari tempat makan yng satu ini, bumbu kacangnya memanglah menyajikan cita rasa manis serta pedas yng terpadu secara tepat menimbulkan membuat candu buat tidak sedikit orang, salah satunya saya :) Hampir tak pernah perjalananku ke Jogja dilewati tanpa mampir ke tempat ini. Buat temennya, kita bisa memilih aneka macam gorengan, mulai dari tempe, tahu, kerupuk gendar, kerupuk aci, telor ceplok, bakwan dan juga lain-lainya. Favorit saya sih telor ceplok, paling pas beradu yang dengannya bumbu pecel...
Selain sego pecel, SGPC Bu Wiryo ini pula menyediakan makanan utama lain-lainnya yakni Nasi Sop. Sop yang dengannya bihun, wortel, kentang serta sayuran lain-lainnya. Kita pula bisa memilih "topping" sop ini semisal bayam serta daging. Rasanya, seger banged masss... Rempah-rempah asli memanglah membuat rasa masakan ini menjadi kaya. Gak kaya sop biasa lah :)
Oh ya, harga makanan disini benar-benar dekat yang dengannya kantong, saya gak tau harga per itemnya. Namun saya makan berdua yang dengannya rincian menjdai berikut:- 1 Nasi Pecel- 1 Nasi Sop Daging- 1 Telur Ceplok- 5 buah gorengan (tahu serta tempe)- 1 Juice Tomat- 1 Teh ManisTotal : Rp. 27.000,00. Murah kan?
"Melayani di UGM semenjak 1959", demikian tagline yng tertulis di papan nama rumah makan ini. Ya, pernah saya baca di Kompas, tempat makan ini memanglah menjadi satu dari sekian banyaknya tempat makan favorit para mahasiswa UGM lantaran terdapat atau terletak di tempat kompleks UGM, tepat di pinggir selokan Mataram. Malah lantaran disaat bayar dituntut kejujuran si konsumen, kadang-kadang mahasiswa yng kantongnya pada kempes ini pada nyatut, atau juga Darmaji (dahar lima ngaku siji). Namun Bu Wiryo tak ambil mumet lantaran mengerti kondisi ekonomi mahasiswa-mahasiswa yang telah di sebutkan. Hal ini berbuah disaat orang-orang seluruh telah jadi orang, serta kembali ke tempat Bu Wiryo ini bagi atau bisa juga dikatakan untuk "membayar hutang" nya di masa lalu. Mempertahankan nuansa ndesonya, masuk ke tempat makan ini kita disajikan yang dengannya nuansa kampung yang dengannya lantai, dingklik serta meja "tempo doeloe" diiringi musik hidup akustik yng tidak sedikit membawakan lagu-lagu tempo doeloe pula. Makan disini benar-benar membawa kita di alam kesadaran bahwasanya: "Ya, kita lagi di Jogja" :))

Masakan lain di kota ini:




Source Article and Picture : www.banyumurti.net (Food Blogger)
Sumber https://wisatakulinerdidaerah.blogspot.co.id

0 komentar:

Posting Komentar