Rabu, 27 September 2017

Kuliner 48 - Kepiting Asam Manis Special, Hary Crab, Samarinda

Tanggal 10 Maret 2008 yaitu keberangkatan pertama saya kaluar kota di tahun ini. Tepat seminggu sesudah kelahiran anak kedua, saya Perlu terbang ke Samarinda. Sesudah mengalami delay selama 2 jam, pesawat yng saya tumpangi alhasil landing di Balikpapan pukul 11.25 WITA, lantas saya melanjutkan perjalanan yang dengannya taksi ke Samarinda. Wisata masakan saya mulai malam harinya yang dengannya mengunjungi Hary Crab, tempat makan sea food yng berlokasi di Jl Pahlawan, tepetnya di sudut pertigaan yang dengannya Jl. Kulintang. Berikut tidak banyak coretan ihwal sajian di tempat makan ini...
Kepiting Asam Manis Special, merupakan menu special di Hary Crab. Kepiting yng telah dipotong-potong dimasak dalam kuah asam manis yng kental. Bumbunya tak seasam serta semanis bumbu asam manis yng umumnya kita jumpai di tempat makan di Pulau Jawa, namun bahkan ini beliau letak kelezatan serta keunikannya. Nilai plus yng utama merupakan kepiting yng disajikan merupakan kepiting telur, telur kepiting yng merah membaur dalam daging kepiting putih yng tebal. Konon, kalau bulan tak terperinci (bukan bulan purnama) maka lebih gampang bagi atau mampu juga dikatakan untuk memperoleh kepiting telur dibanding kepiting biasa. Harga per porsi Rp.50.000,-
Ikan Trekulu Goreng. Di setiap tempat Suka saya jumpai jenis ikan yng baru, demikian juga di Kota Samarinda ini. Di deretan menu, teman saya tertarik bagi atau mampu juga dikatakan untuk berupaya Ikan Trekulu. Seekor ikan panjang serta besar segera tersaji meja kami yang dengannya didampingi sambal terong. Daging ikannya gurih, layak bagi atau mampu juga dikatakan untuk diganjar yang dengannya selembar uang 50ribu-an.
Pulangnya, mampir dulu ke tepian sungai Mahakam bagi atau mampu juga dikatakan untuk menikmati Durian Melak, durian khas dari Kalimantan Timur. Sambil menikmati sirkulasi sungai Mahakam, aroma buah durian khas yang dengannya cepat menyergap indera lidah kita. Namun hati-hati, meski tertulis angka Rp.5000, namun harga itu cuma ditujukan pada buah durian yng paling kecil serta masih mentah. Bagi atau mampu juga dikatakan untuk durian yng matang, paling tak kita Perlu mengeluarkan uang antar 15-25ribu rupiah satu butirnya.
Serta hati-hati pula, sesudah makan kepiting & kerang, dilanjutkan yang dengannya durian, tentunya angka kolestrol di badan kita mungkin akan meningkat. Tinggal pinter-pinternya kita mengatasinya :))

Masakan lain di kota ini:




Source Article and Picture : www.banyumurti.net (Food Blogger)
Sumber https://wisatakulinerdidaerah.blogspot.co.id

0 komentar:

Posting Komentar